Pertama kali mengajak si kecil naik pesawat? Wajar jika orang tua merasa khawatir.
Bagaimana jika bayi menangis selama penerbangan? Apakah telinganya akan sakit ketika pesawat lepas landas? Barang apa saja yang harus dibawa? Bolehkah membawa stroller dan kursi keselamatan anak ke dalam kabin?
Berbagai pertanyaan tersebut sering muncul sebelum orang tua bepergian bersama buah hati. Padahal, dengan persiapan yang baik, perjalanan menggunakan pesawat dapat menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.
Pesawat juga menjadi pilihan praktis untuk perjalanan antarpulau atau perjalanan jarak jauh karena waktu tempuhnya relatif lebih singkat. Tantangan utamanya bukan sekadar membawa banyak perlengkapan, melainkan memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi sejak tiba di bandara hingga pesawat mendarat.
Berikut lima tips yang dapat membantu orang tua mempersiapkan penerbangan bersama bayi atau anak.
Secara umum, maskapai mengategorikan penumpang berusia di bawah dua tahun sebagai bayi atau infant. Bayi biasanya dapat bepergian dengan dipangku oleh satu orang dewasa, sedangkan anak berusia dua tahun ke atas menempati kursinya sendiri. Namun, batas usia, harga tiket, fasilitas, dan dokumen yang diperlukan dapat berbeda pada setiap maskapai.
Sebagai contoh, Garuda Indonesia mengategorikan bayi sebagai penumpang berusia di bawah dua tahun. Maskapai tersebut tidak menerima bayi yang berusia kurang dari 48 jam, sedangkan bayi berusia kurang dari tujuh hari memerlukan persetujuan medis atau MEDIF. Ketentuan maskapai lain dapat berbeda sehingga orang tua perlu memeriksanya sebelum membeli tiket.
Penting: Jangan menganggap seluruh maskapai menerapkan aturan yang sama. Periksa ketentuan mengenai usia minimum bayi, tiket, bagasi, stroller, kursi bayi, dan surat keterangan kesehatan melalui kanal resmi maskapai.
Sebelum membeli tiket, pertimbangkan kondisi kesehatan dan kesiapan anak untuk melakukan perjalanan udara.
Sebagian besar bayi dan anak yang sehat dapat melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Namun, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila anak:
baru lahir atau lahir prematur;
sedang demam atau mengalami infeksi;
mengalami gangguan telinga;
memiliki penyakit jantung atau paru-paru;
mengalami gangguan pernapasan;
baru menjalani tindakan medis; atau
membutuhkan obat dan peralatan medis tertentu.
Anak dengan gangguan jantung, paru-paru, atau kondisi kesehatan tertentu mungkin memerlukan penilaian dokter sebelum terbang karena tekanan dan kadar oksigen dalam kabin berbeda dari kondisi di permukaan.
Jangan memaksakan perjalanan ketika anak terlihat lemas, mengalami demam tinggi, sesak napas, muntah berulang, atau menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Menunda perjalanan sering kali menjadi pilihan yang lebih bijak daripada membuat anak semakin tidak nyaman selama penerbangan.
Letakkan dokumen perjalanan di tempat yang mudah dijangkau, antara lain:
tiket atau kode pemesanan;
kartu identitas orang tua;
Kartu Keluarga atau akta kelahiran anak jika diperlukan;
paspor dan visa untuk penerbangan internasional;
surat persetujuan medis apabila dipersyaratkan;
resep atau keterangan dokter untuk obat tertentu; dan
dokumen lain sesuai ketentuan maskapai dan negara tujuan.
Persyaratan dapat berubah sehingga pemeriksaan sebaiknya dilakukan kembali beberapa hari sebelum keberangkatan.
Pemilihan jadwal penerbangan dapat memengaruhi suasana hati anak selama perjalanan.
Pilih waktu terbang yang mendekati jadwal tidur atau waktu ketika anak biasanya lebih tenang. Apabila anak terbiasa tidur siang, penerbangan pada waktu tersebut dapat membuatnya lebih mudah beristirahat.
Namun, tidak semua anak dapat tidur di dalam pesawat. Suara mesin, lingkungan baru, pencahayaan kabin, dan aktivitas penumpang lain dapat membuat anak justru semakin aktif. Karena itu, jangan hanya mengandalkan asumsi bahwa anak pasti tertidur selama perjalanan.
Beberapa hal berikut dapat dipertimbangkan:
pilih penerbangan langsung untuk mengurangi proses transit;
hindari waktu transit yang terlalu singkat;
pertimbangkan penerbangan pagi jika anak biasanya lebih segar pada pagi hari;
periksa prakiraan cuaca di bandara keberangkatan dan tujuan;
sisakan waktu yang cukup untuk perjalanan menuju bandara; dan
pilih jadwal yang masih memiliki alternatif penerbangan berikutnya.
Apabila maskapai menyediakan pemilihan kursi, pilih tempat duduk sesuai kebutuhan keluarga.
Kursi dekat lorong dapat memudahkan orang tua keluar ketika perlu mengganti popok atau menenangkan anak. Sementara itu, kursi dekat jendela dapat menarik perhatian anak dan mengurangi kemungkinan tangannya menyentuh troli atau penumpang yang melintas.
Hindari memilih kursi di dekat pintu darurat karena penumpang yang duduk di area tersebut harus memenuhi persyaratan keselamatan dan mampu membantu awak kabin dalam keadaan darurat.
Penumpang bersama bayi juga belum tentu dapat menggunakan seluruh fasilitas online check-in atau kios mandiri. Pada Garuda Indonesia, misalnya, penumpang yang bepergian bersama bayi termasuk kategori yang perlu memperoleh pelayanan melalui konter tertentu.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menempatkan seluruh kebutuhan bayi di dalam bagasi tercatat. Ketika popok, susu, pakaian, atau obat dibutuhkan, barang tersebut tidak dapat diambil selama penerbangan.
Gunakan satu tas kabin khusus yang mudah dibuka dan diletakkan di bawah kursi depan. Susun barang berdasarkan tingkat kebutuhan agar orang tua tidak perlu membongkar seluruh isi tas.
Kebutuhan utama:
popok dalam jumlah lebih dari perkiraan;
alas ganti popok;
tisu basah dan tisu kering;
kantong untuk pakaian atau popok kotor;
pakaian ganti anak;
satu pakaian ganti untuk orang tua;
jaket, selimut tipis, atau kaus kaki;
susu, botol, makanan, dan camilan;
celemek makan;
obat rutin anak;
perlengkapan kebersihan tangan;
mainan atau buku favorit; dan
alat elektronik beserta pengisi daya jika diperlukan.
Membawa pakaian ganti untuk orang tua sering terlupakan. Padahal, susu tumpah, makanan tercecer, atau anak muntah dapat terjadi sewaktu-waktu.
Jangan memberikan seluruh mainan sejak awal penerbangan. Keluarkan satu per satu ketika anak mulai bosan.
Pilih mainan yang:
tidak menghasilkan suara keras;
tidak memiliki bagian kecil yang mudah hilang;
tidak mudah menggelinding;
ringan dan mudah dibersihkan; serta
sudah dikenal dan disukai anak.
Unduh video, musik, atau permainan sebelum berangkat karena jaringan internet di pesawat mungkin tidak tersedia. Gunakan headphone khusus anak dengan volume yang aman.
Kebijakan stroller berbeda pada setiap maskapai dan jenis pesawat. Ada stroller yang dapat dibawa sampai pintu pesawat untuk kemudian dimasukkan ke bagasi, tetapi ada pula yang harus diserahkan sejak konter check-in.
Konfirmasikan ukuran, berat, biaya, dan prosedur penyerahan stroller kepada maskapai sebelum keberangkatan. Gunakan label nama dan nomor telepon agar stroller mudah dikenali.
Bepergian sendiri mungkin memungkinkan seseorang datang mendekati batas waktu check-in. Namun, pola tersebut sebaiknya tidak diterapkan ketika membawa bayi atau anak.
Datang lebih awal memberi waktu untuk:
melakukan check-in tanpa terburu-buru;
menyerahkan bagasi dan stroller;
menjalani pemeriksaan keamanan;
mengganti popok;
memberi makan anak;
mencari ruang menyusui;
mengajak anak ke toilet;
berjalan menuju pintu keberangkatan; dan
menghadapi perubahan pintu keberangkatan.
Periksa waktu penutupan konter dan pintu keberangkatan melalui situs atau aplikasi resmi maskapai. Jangan menggunakan perkiraan dari pengalaman penerbangan sebelumnya karena prosedur setiap bandara dapat berbeda.
Lakukan beberapa hal berikut:
Ganti popok bayi sebelum proses naik pesawat.
Ajak anak ke toilet meskipun ia mengatakan belum ingin buang air.
Isi kembali botol minum di lokasi yang diizinkan.
Pastikan obat penting berada di tas kabin.
Simpan dokumen dalam satu tempat.
Kenakan pakaian anak yang nyaman dan mudah diganti.
Jelaskan kepada anak mengenai proses naik pesawat.
Beberapa maskapai menawarkan kesempatan naik lebih awal bagi keluarga yang membawa bayi atau anak kecil. Fasilitas ini memberi waktu lebih banyak untuk menyimpan barang dan menyiapkan tempat duduk.
Namun, naik lebih awal juga berarti anak berada lebih lama di dalam kabin. Orang tua dapat menyesuaikannya dengan karakter anak dan arahan petugas.
Setelah menemukan kursi, letakkan kebutuhan yang paling penting di bawah kursi depan. Jangan menempatkan susu, obat, tisu, atau popok seluruhnya di kompartemen atas karena barang tersebut akan sulit dijangkau ketika tanda sabuk pengaman menyala.
Turbulensi dapat terjadi secara tiba-tiba, bahkan ketika cuaca terlihat cerah. Karena itu, anak yang menempati kursi sendiri perlu menggunakan sabuk pengaman ketika duduk.
FAA menyatakan bahwa tempat paling aman bagi anak kecil, termasuk anak berusia di bawah dua tahun, adalah kursi tersendiri dengan sistem penahan anak atau child restraint system yang telah disetujui, bukan dipangku orang dewasa. Penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan izin dan ketentuan maskapai yang digunakan.
Tidak semua kursi mobil anak boleh digunakan di pesawat. Sebelum membawa car seat atau perangkat penahan anak, pastikan:
perangkat memiliki label persetujuan untuk penggunaan di pesawat;
ukurannya sesuai dengan kursi pesawat;
anak memiliki tiket dan kursi sendiri;
perangkat sesuai dengan berat serta tinggi anak; dan
maskapai mengizinkan penggunaannya.
Sebagai contoh, Garuda Indonesia memperbolehkan bayi menempati kursi sendiri dengan ketentuan tertentu, termasuk pembelian kursi dan penyediaan car safety seat atau CARES oleh orang tua.
Perubahan tekanan kabin, terutama saat pesawat menurun untuk mendarat, dapat menyebabkan telinga anak terasa penuh atau sakit.
Gerakan menelan dan mengunyah dapat membantu menyeimbangkan tekanan telinga. Orang tua dapat:
menyusui bayi;
memberikan botol susu;
memberikan dot;
menawarkan minuman kepada anak yang lebih besar; atau
memberikan makanan yang perlu dikunyah sesuai usia anak.
CDC menyarankan bayi menyusu atau mengisap botol, sedangkan anak yang lebih besar dapat menelan atau mengunyah untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat perubahan tekanan.
Jangan membangunkan bayi secara paksa apabila ia tidur dengan nyaman. Jangan pula memberikan dekongestan atau obat tertentu hanya untuk mencegah sakit telinga tanpa saran tenaga kesehatan. Obat tersebut belum terbukti selalu membantu dan sebagian tidak sesuai untuk anak kecil.
Ketika lampu tanda sabuk pengaman dinyalakan, segera duduk dan amankan anak. Jangan membawa anak berjalan di lorong atau menuju toilet meskipun guncangan belum terasa.
Apabila anak menangis, tetaplah tenang. Tangisan merupakan cara bayi berkomunikasi ketika lapar, lelah, takut, bosan, atau merasa tidak nyaman. Periksa kebutuhannya satu per satu tanpa merasa tertekan oleh penumpang lain.
Awak kabin dapat membantu terkait keselamatan dan fasilitas di pesawat, tetapi tanggung jawab utama pengawasan anak tetap berada pada orang tua atau pendamping.
Ketika pesawat berhenti, sebagian penumpang biasanya langsung berdiri dan mengambil barang dari kompartemen atas. Orang tua yang membawa anak tidak perlu mengikuti suasana tergesa-gesa tersebut.
Tetap duduk sampai aman, kemudian periksa:
dokumen perjalanan;
telepon genggam;
botol dan perlengkapan makan;
mainan anak;
obat-obatan;
pakaian atau selimut;
tas di bawah kursi; dan
stroller yang harus diambil kembali.
Keluar beberapa menit lebih lambat sering kali lebih nyaman daripada memaksakan diri berdiri di lorong yang penuh sambil menggendong anak dan membawa banyak barang.
Membawa bayi atau anak naik pesawat memang membutuhkan persiapan lebih banyak. Namun, perjalanan tidak harus menjadi pengalaman yang melelahkan.
Lima hal utama yang perlu dilakukan adalah:
Pertama, pastikan kondisi kesehatan anak memungkinkan untuk terbang.
Kedua, pilih jadwal, rute, dan tempat duduk yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Ketiga, siapkan tas kabin khusus dengan perlengkapan yang mudah dijangkau.
Keempat, datang lebih awal agar seluruh proses di bandara dapat dilakukan tanpa terburu-buru.
Kelima, utamakan keselamatan anak, gunakan sabuk atau sistem penahan yang sesuai, serta bantu mengurangi rasa tidak nyaman pada telinganya.
Orang tua tidak perlu mengejar perjalanan yang sempurna. Anak mungkin tetap menangis, sulit tidur, atau merasa bosan. Selama keselamatan terjaga dan kebutuhannya terpenuhi, perjalanan tersebut tetap dapat menjadi pengalaman berharga bagi keluarga.
Selamat menikmati perjalanan bersama buah hati. Happy traveling and safe flight!