Cuaca terlihat mendung dan hujan turun sejak pagi. Haruskah rencana penerbangan dibatalkan?
Pertanyaan seperti ini sering muncul ketika musim hujan tiba, terlebih saat fenomena La Niña memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Tidak sedikit calon penumpang yang khawatir penerbangannya akan mengalami keterlambatan, pengalihan, atau bahkan pembatalan.
Namun, hujan tidak otomatis membuat sebuah penerbangan menjadi tidak aman. Pesawat, pilot, petugas operasional, pengatur lalu lintas udara, dan pengelola bandar udara bekerja berdasarkan prosedur serta batas keselamatan yang telah ditetapkan.
Penumpang memang tidak dapat mengendalikan cuaca. Akan tetapi, penumpang dapat membuat rencana perjalanan yang lebih matang dengan memilih jadwal, maskapai, dan waktu transit secara lebih cermat.
La Niña merupakan fenomena mendinginnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola cuaca dan meningkatkan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, La Niña lebih tepat disebut sebagai fenomena iklim, bukan badai yang bergerak melintasi Indonesia.
Dampaknya tidak selalu sama di setiap daerah. Ada wilayah yang mengalami peningkatan curah hujan cukup besar, sementara wilayah lainnya mungkin tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Dalam dunia penerbangan, kondisi seperti hujan lebat, petir, angin kencang, kabut, banjir, dan jarak pandang yang berada di bawah batas minimum dapat memengaruhi kegiatan lepas landas maupun pendaratan.
Lalu, bagaimana cara memilih jadwal penerbangan ketika cuaca sedang tidak menentu?
Sebelum membeli tiket, periksa prakiraan cuaca di kota keberangkatan dan kota tujuan. Utamakan informasi yang berasal dari BMKG, khususnya informasi meteorologi penerbangan.
Jangan hanya melihat satu simbol cuaca pada aplikasi, misalnya gambar hujan atau petir. Perhatikan pula beberapa informasi berikut:
kemungkinan terjadinya hujan lebat atau petir;
kecepatan dan arah angin;
jarak pandang;
waktu terjadinya cuaca buruk;
peringatan dini cuaca ekstrem; dan
perubahan prakiraan mendekati waktu keberangkatan.
Informasi cuaca penerbangan memiliki unsur ketidakpastian dan dapat berubah. Karena itu, lakukan pemeriksaan beberapa kali, misalnya satu atau dua hari sebelum penerbangan, pada malam sebelumnya, dan beberapa jam sebelum berangkat ke bandara. BMKG juga mengingatkan pengguna agar memperhatikan tanggal dan waktu pembaruan informasi meteorologi penerbangan.
Aplikasi cuaca komersial dapat digunakan sebagai informasi tambahan. Namun, keputusan operasional penerbangan tetap berada di tangan maskapai, pilot, petugas operasional penerbangan, pengelola bandar udara, dan AirNav Indonesia berdasarkan data resmi serta kondisi aktual.
Tips praktis: Aktifkan notifikasi aplikasi maskapai dan pastikan nomor telepon serta alamat surel yang tercantum dalam pemesanan tiket masih aktif.
Kesalahan yang sering dilakukan penumpang adalah hanya memeriksa cuaca di kota keberangkatan. Padahal, cuaca di bandara tujuan juga berpengaruh terhadap kelancaran penerbangan.
Sebagai contoh, seseorang akan melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta. Ia perlu memeriksa kondisi cuaca di sekitar Bandara Internasional Juanda sekaligus Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Cuaca di Surabaya mungkin cerah, tetapi hujan lebat atau petir di Jakarta dapat menyebabkan pesawat menunggu, mengubah jalur, melakukan penerbangan berputar sementara, mendarat di bandara alternatif, atau mengalami penundaan keberangkatan.
Selain cuaca di kedua bandara, pertimbangkan pula beberapa hal berikut:
Jangan membuat jadwal rapat, ujian, acara keluarga, atau perjalanan lanjutan terlalu dekat dengan waktu kedatangan pesawat. Sisakan waktu cadangan untuk mengantisipasi keterlambatan.
Apabila menggunakan penerbangan lanjutan, hindari waktu transit yang terlalu singkat, terutama jika tiket dibeli secara terpisah. Keterlambatan pada penerbangan pertama dapat membuat penumpang kehilangan penerbangan berikutnya.
Saat kondisi cuaca diperkirakan tidak menentu, pertimbangkan tiket yang memberikan kemudahan perubahan jadwal. Periksa ketentuan perubahan jadwal dan pengembalian dana sebelum melakukan pembayaran.
Hujan yang biasanya turun pada sore hari tidak berarti hujan pasti turun pada waktu yang sama setiap hari. Gunakan prakiraan terbaru, bukan hanya kebiasaan cuaca dalam beberapa hari sebelumnya.
Perlu diketahui: Tidak ada jam penerbangan yang dapat dijamin selalu bebas dari cuaca buruk. Jadwal pagi memang sering dipilih karena memberikan lebih banyak waktu untuk penyesuaian perjalanan, tetapi kondisi cuaca tetap dapat berubah setiap saat.
Setelah menentukan waktu perjalanan, periksa jumlah penerbangan yang tersedia pada rute tersebut.
Maskapai yang mengoperasikan beberapa penerbangan dalam sehari umumnya memberikan lebih banyak pilihan jadwal kepada penumpang. Apabila terjadi gangguan, kemungkinan untuk mendapatkan alternatif penerbangan pada hari yang sama juga bisa lebih besar.
Namun, banyaknya frekuensi penerbangan bukan jaminan bahwa maskapai selalu memiliki pesawat cadangan. Ketersediaan penerbangan pengganti bergantung pada kursi kosong, kondisi operasional, jadwal pesawat, awak penerbangan, serta situasi di bandara.
Sebelum membeli tiket, periksa:
jumlah penerbangan maskapai pada rute tersebut;
pilihan penerbangan berikutnya pada hari yang sama;
ketentuan perubahan jadwal;
kebijakan pengembalian dana;
ketersediaan layanan pelanggan; dan
riwayat informasi penerbangan melalui aplikasi maskapai.
Memilih penerbangan pertama atau penerbangan yang masih memiliki beberapa pilihan jadwal setelahnya juga dapat memberikan ruang lebih besar untuk melakukan penyesuaian apabila terjadi gangguan.
Pesawat pada dasarnya dirancang untuk beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca. Hujan biasa tidak otomatis menghentikan penerbangan.
Hal yang menjadi perhatian utama bukan hanya turunnya hujan, tetapi kondisi lain yang menyertainya, seperti:
awan badai atau cumulonimbus;
petir;
angin yang sangat kuat;
perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba-tiba;
jarak pandang rendah;
genangan atau kontaminasi pada landasan; dan
kondisi cuaca yang berada di bawah batas minimum operasional.
Apabila kondisi dinilai belum memenuhi persyaratan keselamatan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, atau dibatalkan. Keputusan tersebut bukan berarti maskapai mengabaikan penumpang, melainkan bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan.
Keterlambatan karena cuaca diperlakukan berbeda dari keterlambatan yang disebabkan oleh manajemen maskapai.
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015—yang tercatat masih berstatus berlaku—memasukkan hujan lebat, banjir, petir, badai, kabut, asap, jarak pandang rendah, dan angin yang melampaui batas sebagai faktor cuaca. Peraturan tersebut membebaskan maskapai dari tanggung jawab ganti kerugian apabila keterlambatan disebabkan oleh faktor cuaca, teknis operasional, atau faktor lain di luar manajemen maskapai.
Meskipun demikian, maskapai tetap wajib menyampaikan informasi yang benar dan jelas mengenai alasan keterlambatan serta kepastian keberangkatan kepada penumpang.
Saat menghadapi keterlambatan, lakukan langkah berikut:
Pantau pengumuman resmi maskapai dan bandara.
Simpan tiket, boarding pass, dan bukti pemesanan.
Tanyakan penyebab keterlambatan kepada petugas.
Minta penjelasan mengenai pilihan perubahan jadwal atau pengembalian dana.
Hindari menyebarkan informasi yang belum dikonfirmasi.
Cuaca buruk memang dapat memengaruhi kelancaran penerbangan. Namun, penumpang tidak perlu merasa takut secara berlebihan.
Ada tiga langkah utama yang dapat dilakukan sebelum melakukan perjalanan:
Pertama, periksa informasi cuaca dari sumber resmi dan lakukan pembaruan secara berkala.
Kedua, perhatikan kondisi cuaca di bandara keberangkatan maupun bandara tujuan serta sediakan waktu perjalanan yang cukup.
Ketiga, pilih maskapai dan jadwal yang memberikan lebih banyak alternatif apabila terjadi perubahan operasional.
Ingat, keselamatan selalu menjadi prioritas utama. Keterlambatan memang dapat mengganggu rencana perjalanan, tetapi menunggu kondisi yang lebih aman jauh lebih baik daripada memaksakan penerbangan.
Selamat melakukan perjalanan. Happy flying and safe flight!